Petualang Swiss Singgah di Riau Dalam Misi Keliling Dunia

No comment 204 views
banner 160x600

riaubertuah.id

Riaubertuah, Pekanarbu - Petualang asal Swiss, Louis Margot melintasi Provinsi Riau sebagai bagian dari ekspedisi keliling dunia menggunakan sepeda dan perahu dayung, untuk memecahkan rekor dunia perjalanan mengelilingi bumi tanpa kendaraan bermotor.

“Ekspedisi ini sudah saya jalani hampir tiga tahun. Saat ini saya bersepeda menuju Dumai sebelum menyeberang ke Malaysia," sebut Louis saat ditemui di Pekanbaru, Jumat.

Dikutip dari Antara Riau, Ia mengatakan tantangan tersebut berawal dari keinginannya menguji batas kemampuan diri setelah terinspirasi oleh para petualang yang melakukan ekspedisi serupa.

Menurut Louis, ekspedisi tersebut juga bertujuan menginspirasi masyarakat agar berani memiliki mimpi dan mengejarnya, meski terlihat tidak biasa.

“Saya ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa kita bisa berbeda, memiliki mimpi, dan mengejarnya. Mungkin terdengar gila, tetapi jika berani mendorong diri melampaui batas, kita bisa melakukannya,” ujarnya.

Selain menjalankan ekspedisi, Louis juga mengampanyekan kepedulian terhadap hak-hak anak dan pencemaran sampah plastik yang masih menjadi persoalan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sebelum tiba di Indonesia, Louis dari Peru mengarungi Samudra Pasifik hingga kawasan Raja Ampat selama sekitar 250 hari menggunakan perahu dayung sepanjang tujuh meter.

Ia mengakui tantangan terbesar selama ekspedisi bukan hanya menghadapi cuaca dan gelombang laut, melainkan menjaga ketahanan mental saat harus hidup seorang diri di tengah lautan selama berbulan-bulan.

"Kita harus hatu-hati. Patuhi aturan, hargai diri sendiri, perahu, dan alam. Jika semua dilakukan dengan benar, perjalanan akan berjalan baik. Tapi harus tetap fokus dan tidak boleh bertindak sembarangan," tambah Louis.

Louis menargetkan ekspedisi ini akan selesai dan kembali ke Swiss pada akhir 2026 untuk memecahkan rekor dunia perjalanan keliling bumi dengan tenaga manusia, menggeser rekor yang saat ini masih dipegang oleh Erden Eruç selama 5 tahun 11 hari.

Sementara itu, Wakil Sekjen PB PODSI Brata T.Hardjosubroto mengatakan hal ini adalah tren baik untuk mempromosikan olahraga dan wisata di Indonesia.

Selain itu ia menjelaskan bahwa petualang seperti Louis diharapkan mampu mempopulerkan olahraga dayung di Indonesia, terkhusus Riau memiliki tradisi Pacu Jalur akar dari olahraga dayung tradisional.***red/rfm