Foto. Dok Istimewa (Desain Oleh AI-Ilustrasi Riaubertuah.co)
RIAUBERTUAH, PELALAWAN – PT PLN (Persero) mulai menguji coba penyaluran listrik melalui kabel bawah laut dari Sokoi menuju Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Jumat (23/10/2026).
Pengujian ini menjadi tahapan penting menuju layanan listrik 24 jam bagi masyarakat Pulau Mendol–Penyalai setelah proyek pembangunan kabel bawah laut selesai dikerjakan.
Manajer PT PLN ULP Pangkalan Kerinci–Pelalawan, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan proses pengujian aliran listrik melalui kabel bawah laut telah dimulai. Tahapan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu sebelum penyaluran listrik secara penuh dilakukan, apabila seluruh proses berjalan lancar.
"Prediksi Uji Coba dilakukan lebih kurang 1 minggu, jika berjalan lancar maka awal bulan akan dialiri listrik full kabel bawah laut," jelas Ahmad Subhan Hadi kepada Riaubertuah, Jum'at (23/10/2026).
Ahmad Subhan Hadi menjelaskan, berdasarkan informasi dari lapangan, tegangan listrik pada tahap awal pengujian masih rendah. Hal itu karena pengujian dilakukan secara bertahap, dimulai dari pangkal aliran listrik.
"Kita akan melakukan evaluasi di tahapan uji coba ini, kami meminta kepada masyarakat untuk mendukung PLN dan memberikan do'a agar tahapan uji coba ini berjalan lancar, supaya bisa di awal bulan Oktober listrik bisa dialir lewah kabel bawah laut secara penuh," sebutnya.
PLN akan mengevaluasi hasil pengujian untuk memastikan penyaluran listrik melalui kabel bawah laut dapat berjalan sesuai harapan. Keberhasilan tahap ini menjadi perhatian masyarakat yang selama ini menantikan layanan listrik 24 jam di Pulau Mendol–Penyalai.
Dimulainya uji coba kabel bawah laut mendapat sambutan dari perwakilan pemuda sekaligus anggota Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK), Wan Andi Gunawan. Ia menyampaikan rasa syukur atas dimulainya penyaluran listrik melalui jalur bawah laut Sokoi–Pulau Mendol.
"Alhamdulillah ini adalah buah perjuangan masyarakat Penyalai, dan Alfatihah kita kirimkan kepada Almarhum Ketua Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK) Agustian, perjuangan dia tidak sia-sia atas listrik ini," ucapnya.
Wan Andi menilai perkembangan tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan masyarakat yang menginginkan akses listrik lebih baik. Ia juga mengingat kembali peran almarhum Agustian, mantan Ketua FMKK, yang turut memperjuangkan kebutuhan masyarakat Pulau Mendol–Penyalai.
Ia menyampaikan terima kasih kepada PT PLN (Persero), Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., DPRD Kabupaten Pelalawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan menghadirkan kabel bawah laut tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi kepada PT PLN, terima kasih dari masyarakat Pulau Mendol kami ucapkan kepada PT PLN, Bupati Pelalawan H. Zukri, DPRD Pelalawan, dan semua elemen, masyarakat akan menikmati listrik 24 Jam."
Dukungan juga disampaikan anggota DPRD Pelalawan Daerah Pemilihan (Dapil) II dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salehuddin, A.Md., Pi. Ia bersyukur karena perjuangan masyarakat untuk mendapatkan layanan listrik 24 jam kini memasuki tahapan pengujian.
"Alhamdulillah perjuangan masyarakat tidak sia-sia, listrik 24 akan segera dinikmati, dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah berjuang untuk masyarakat Pulau Mendol-Penyalai," sebutnya.
Salehuddin turut mengenang almarhum Agustian yang disebutnya terus memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga akhir hayat. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Agustian adalah pejuang masyarakat sampai dengan akhir hayatnya, Alfatihah untuk Agustian, semoga beliau ditempatkan disisi Allah SWT, Amin Ya Rabbal Alamin," tutupnya.
Ucapan terima kasih dari masyarakay juga disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Riau, H. Abdullah, S.Pd yang turut serta dalam perjuangan masyarakat Pulau Mendol-Penyalai.
Apresiasi juga ditujukan kepada jajaran PLN UID Riau dan Kepulauan Riau pada masa itu, Tajudin Nur selaku Manajer Humas, Manajer ULP Pangkalan Kerinci Ginting, Al Verus, serta seluruh jajaran lainnya yang telah berkontribusi.***red/rfm
.png)
