Riaubertuah, Pelalawan - Lambatnya proses pembongkaran kelapa di Pancang, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, yang telah berlangsung selama satu minggu, menuai sorotan dari Karang Taruna Kuala Kampar.
Hal itu disampaikan Ketua Karang TarunaKuala Kampar M. Supiyano menyampaikan kondisi ini menyebabkan antrean panjang, keluhan pelansir, serta kerusakan kelapa milik petani akibat terlalu lama menunggu pembongkaran.
Keterlambatan pembongkaran kelapa di Pancang kini menjadi perhatian serius di Kuala Kampar. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada distribusi hasil panen, tetapi juga merugikan petani secara langsung.
M. Supiyano, menegaskan bahwa lambatnya pembongkaran sudah terjadi selama sepekan. Ia menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut ekonomi masyarakat.
Menurutnya, antrean panjang terjadi akibat kurangnya tenaga pembongkar (penati) di lokasi. Selain itu, minimnya alat berat berupa kren juga memperparah situasi.
Para pelansir mengeluhkan target kerja harian yang tidak tercapai. Kondisi ini membuat aktivitas distribusi kelapa menjadi terhambat dan tidak efisien.
“Pelansir tidak bisa mengejar target per hari karena proses bongkar sangat lambat,” ungkapnya, Selasa (21/04/2026).
Akibat keterlambatan tersebut, kelapa milik petani mengalami kerusakan. Hal ini terjadi karena terlalu lama menunggu giliran pembongkaran di Pancang.
Kerugian yang dialami petani tidak hanya dari segi kualitas hasil panen. Namun juga berdampak pada potensi penurunan harga jual akibat kondisi kelapa yang tidak lagi segar.
M. Supiyano menilai, permasalahan ini menunjukkan kurangnya kesiapan fasilitas pendukung di lokasi pembongkaran. Ia mendesak adanya penambahan kren dan tenaga kerja untuk mempercepat proses.
"Jika tidak segera ditangani, dampak ekonomi akan semakin meluas. Petani dan pelansir menjadi pihak yang paling dirugikan dalam situasi ini,"tegasnya.
Karang Taruna Kuala Kampar meminta pihak terkait segera turun tangan.
"Langkah konkret diperlukan agar proses pembongkaran kembali normal dan tidak merugikan masyarakat.
Kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya manajemen distribusi hasil pertanian yang baik. Tanpa dukungan fasilitas memadai, produktivitas petani akan terus terhambat,"pungkasnya.
.png)

