Riaubertuah, PELALAWAN – Kondisi jalan di Parit Baru, Dusun Subur Lestari, Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, semakin memprihatinkan. Jalan yang rusak dan kerap terendam banjir saat hujan membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama anak-anak yang kesulitan melintasi akses tersebut.
Warga pun mendesak pemerintah segera membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan demi keselamatan serta kelancaran aktivitas sehari-hari.
Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama dinilai bukan lagi sekedar persoalan kenyamanan, tetapi telah menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh akses transportasi yang layak. Saat hujan turun, genangan air menutupi badan jalan sehingga kondisi menjadi licin, berlumpur, dan berbahaya bagi siapa saja yang melintas.
Anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka harus menghadapi risiko terpeleset hingga kesulitan menuju sekolah ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.
Tidak hanya pelajar, masyarakat yang hendak bekerja maupun menjalankan aktivitas ekonomi juga harus menghadapi kondisi jalan yang rusak. Akibatnya, mobilitas warga menjadi terhambat dan aktivitas sehari-hari tidak dapat berjalan secara normal.
Masyarakat Parit Baru, Dusun Subur Lestari, Desa Sungai Upih berharap pemerintah tidak lagi menunda pembangunan infrastruktur jalan di wilayah mereka. Menurut warga, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah.
Salah seorang warga , Ajis, mengatakan kondisi jalan semakin memprihatinkan setiap kali hujan turun. Jalan yang telah mengalami kerusakan menjadi semakin sulit dilalui karena banjir menutupi permukaan jalan.
"Kondisi jalan sangat memprihatinkan apabila hujan turun. Jalan yang sudah rusak ditambah banjir membuat masyarakat sangat kesulitan untuk melintas," ujar Ajis, jalasnya, Jum'at (07/06/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut bukan hanya menyulitkan orang dewasa, tetapi juga membahayakan anak-anak. Mereka harus melewati jalan berlumpur dan tergenang air untuk beraktivitas, termasuk menuju sekolah.
Ajis berharap pemerintah segera turun tangan melihat langsung kondisi di lapangan. Menurutnya, pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.
"Kami meminta pemerintah memperhatikan infrastruktur jalan ini agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," katanya.
Kondisi infrastruktur yang rusak dalam waktu lama menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan di sejumlah wilayah. Jalan merupakan urat nadi perekonomian sekaligus sarana utama yang menghubungkan masyarakat dengan layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Apabila kerusakan jalan terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kondisi tersebut juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan memperburuk kualitas pelayanan publik.
Pembangunan infrastruktur tidak semestinya hanya terpusat pada kawasan tertentu. Wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan akses dasar juga berhak mendapatkan perhatian yang sama agar pemerataan pembangunan benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Harapan masyarakat Parit Baru bukanlah sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan akses jalan yang layak sehingga anak-anak dapat berangkat sekolah tanpa rasa khawatir dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Kini, masyarakat menanti langkah nyata pemerintah untuk menjawab aspirasi tersebut. Perbaikan jalan di Dusun Subur Lestari diharapkan menjadi prioritas sehingga persoalan yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera diselesaikan.***red/tt
.png)

