Riaubertuah, PELALAWAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Pelalawan ditandai dengan pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Pelalawan, Minggu (12/10/2026). Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD Pelalawan, H. Syafrizal.
Agenda tersebut menjadi momen untuk meninjau perjalanan Kabupaten Pelalawan sejak resmi berdiri sebagai daerah otonom hasil pemekaran Kabupaten Kampar pada 12 Oktober 1999.
Dengan mengusung tema “Mo La Awak Bangun Pelalawan”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri sidang paripurna tersebut, di antaranya Bupati Pelalawan H. Zukri, Wakil Bupati H. Husni Tamrin, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Sultan Besar Pelalawan Assayyidus Syarif H. Tengku Kamaruddin Haroen.
Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, mantan Bupati Pelalawan H.M. Harris, perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Riau, anggota DPRD Provinsi Riau, DPD RI, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Pelalawan H. Zukri menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi agar program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pedesaan.
Ia juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan, mulai dari pengurangan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan investasi serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
Pembangunan tersebut diarahkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan visi Pelalawan Menawan 2029. Pemerintah menargetkan daerah ini menjadi kabupaten yang maju, mandiri secara ekonomi, aman, nyaman, bermarwah, dan berkelanjutan.
Salah satu capaian yang disampaikan dalam momentum hari jadi tersebut adalah berkurangnya jumlah penduduk yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Pada 2025, jumlahnya tercatat sebanyak 188 kepala keluarga atau 906 jiwa. Sementara pada 2026, angka tersebut turun menjadi 99 kepala keluarga atau 458 jiwa.
Untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan, pemerintah menjalankan berbagai program, seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dukungan pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta bantuan bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.
Di sektor pendidikan, Pelalawan mendapatkan program revitalisasi sarana dan prasarana untuk 68 sekolah pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp42,9 miliar.
Selain itu, pemerintah daerah merencanakan pendirian Sekolah Pelalawan Boarding School di kawasan Teknopolitan. Program ini ditujukan untuk memperluas kesempatan pendidikan, khususnya bagi anak yatim dan pelajar dari keluarga kurang mampu.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pelalawan meningkat dari 75,25 poin pada 2024 menjadi 75,80 poin pada 2025.
Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan peningkatan, dari 4,36 persen pada 2024 menjadi 4,96 persen pada 2025.
Sementara itu, nilai investasi yang masuk sepanjang 2025 mencapai Rp8,252 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester pertama 2026 tercatat sebesar Rp3,645 triliun.
Berbagai indikator tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Ke depan, pencapaian tersebut tetap membutuhkan pengawasan, dukungan, dan koordinasi antarpemangku kepentingan, termasuk DPRD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi perwakilan rakyat.
Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat semangat kebersamaan sesuai tema “Mo La Awak Bangun Pelalawan”.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dinilai penting agar pembangunan berjalan lebih merata, pelayanan publik semakin baik, serta kesejahteraan warga terus meningkat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan maupun besarnya anggaran, tetapi juga dari sejauh mana hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Pelalawan.***red/rfm
.png)

