Riaubertuah, Pekanbaru - Komunitas Peduli Sungai Pondok Belantara Adventure Riau dipastikan menghadiri Konferensi Sungai Indonesia 2026 yang berlangsung di Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 25–27 Juli 2026.
Perwakilan Riau, Eko Handyko Purnomo, menjadi satu-satunya delegasi dari Provinsi Riau yang diundang dalam forum nasional tersebut untuk membawa berbagai persoalan sungai di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi nasional dalam menjaga, memulihkan, dan melestarikan ekosistem sungai.
Konferensi Sungai Indonesia menjadi ajang berkumpulnya ratusan pegiat lingkungan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 194 lembaga dan komunitas yang mendapat undangan resmi dalam forum yang digelar oleh PRO KASIH (Program Kali Bersih).
Forum tersebut bertujuan memperkuat gerakan pelestarian sungai sekaligus mendukung Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dalam menjalankan program Pertobatan Ekologis Nasional.
Keikutsertaan Pondok Belantara Adventure Riau menjadi perhatian tersendiri karena komunitas tersebut menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Riau yang masuk dalam daftar undangan resmi konferensi.
Keberangkatan Eko Handyko Purnomo mendapat dukungan dari berbagai komunitas, organisasi, dan individu yang selama ini aktif memperjuangkan keberlangsungan sungai di Riau.
Dukungan tersebut datang dari 234 SC Kampar, Yayasan Riau Berbagi, BWS Sumatera III, TKPSDA Kampar, TKPSDA Siak, Koalisi Air Rakyat, Hutan Riau, RSF, Perkumpulan Ara Sati Hakiki, Yayasan Gambut, Perkumpulan Hijau Riau, Jikalahari, Duri Hijau, Yostri Art Indonesia, XR Riau, WALHI Riau, serta berbagai pegiat lingkungan lainnya.
Menurut Eko Handyko Purnomo, keberangkatannya merupakan hasil semangat kolektif dari berbagai komunitas dan individu yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sungai di Provinsi Riau.
"Perwakilan dari Riau hadir dalam Konferensi Sungai Indonesia. Komunitas Peduli Sungai Pondok Belantara Adventure Riau sebagai satu-satunya yang masuk dalam daftar undangan. Untuk itu saya, Eko Handyko Purnomo, dengan berbagai cara mengumpulkan semangat dari teman-teman penggiat yang ada di Riau secara kolektif agar bisa berangkat untuk berbicara isu sungai Riau, untuk bisa dibahas di kegiatan Konferensi Sungai Indonesia,"Sabtu(25/07/2026)
Ia menambahkan, konferensi tersebut menjadi ruang penting untuk menyampaikan berbagai persoalan sungai di Riau sekaligus mempelajari berbagai solusi yang telah diterapkan komunitas dari daerah lain.
"Begitu juga isu sungai nasional serta solusi-solusi yang sudah banyak dilakukan komunitas dalam mengatasi masalah sungai yang ada di daerahnya, yang bisa menjadi bekal pulang untuk dibawa ke Riau."
Dalam forum nasional tersebut, Eko mengaku akan membawa sejumlah isu strategis mengenai kondisi sungai di Provinsi Riau, di antaranya Sungai Kampar, Sungai Siak, Sungai Indragiri, serta sejumlah daerah aliran sungai lainnya yang memerlukan perhatian bersama.
Menurutnya, persoalan sungai tidak hanya berkaitan dengan kualitas air, tetapi juga menyangkut kelestarian ekosistem, kehidupan masyarakat, hingga keberlangsungan lingkungan hidup di masa mendatang.
Konferensi Sungai Indonesia 2026 mengangkat semangat kolaborasi nasional dalam memperkuat gerakan penyelamatan sungai.
Tema Hari Sungai Nasional yang diperingati pada 27 Juli 2026 menitikberatkan pada pelestarian ekosistem sungai, tata kelola sumber daya air, pengendalian pencemaran, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekowisata, serta penguatan kemitraan strategis.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda mulai dari seminar, workshop, diskusi, hingga kegiatan field trip untuk melihat langsung praktik pengelolaan sungai yang telah diterapkan di daerah.
Dalam materi konferensi juga ditegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama terhadap ancaman kerusakan lingkungan.
.jpg)
Salah satu pesan yang disampaikan dalam forum tersebut berbunyi:
"Pertobatan ekologi akibat serakahnomics dan ketidakpedulian telah merusak ekosistem secara serius, menyebabkan krisis ekologis, bencana hidrometeorologi yang mengancam siapa saja. Tobat ekologis tidak sekadar seruan moral, akan tetapi aksi kolektif menghentikan kerusakan dan memulihkan ekosistem sungai."
Melalui konferensi ini, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong tumbuhnya kolaborasi antarkomunitas peduli sungai dari berbagai daerah aliran sungai di Indonesia agar mampu membangun gerakan bersama dalam menjaga kualitas lingkungan.
Bagi Pondok Belantara Adventure Riau, forum tersebut bukan sekadar menghadiri kegiatan nasional, melainkan kesempatan membawa suara masyarakat Riau mengenai kondisi sungai yang selama ini menghadapi berbagai tantangan.
Komunitas ini berharap pengalaman, gagasan, serta praktik-praktik baik yang diperoleh selama konferensi dapat diterapkan di Provinsi Riau untuk memperkuat gerakan pelestarian sungai.
Selain itu, Pondok Belantara Adventure Riau juga berharap pemerintah semakin memperkuat perannya dalam menjaga ekosistem sungai yang mengalami pencemaran akibat aktivitas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Kami juga mengkritisi pemerintah Provinsi Riau yang kurang peduli terhadap Sungai-sungai, Sungai dibiarkan saja tercemar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, penegakkan hukum tidak baik, disini kita mempertanyakan peranan DLHK, baik provinsi maupun kabupaten/kota, mudah-mudahan dengan konfrensi ini nantinya bisa membuat sadar pemerintah penting ekosistem sungai untuk keberlangsungan hidup,"ujar Eko
Dikatakan Eko, Pelestarian sungai dinilai tidak dapat dibebankan kepada komunitas semata. Dibutuhkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, pengawasan yang konsisten, serta penegakan hukum terhadap setiap bentuk pencemaran agar fungsi sungai sebagai sumber kehidupan tetap terjaga.
"Konferensi Sungai Indonesia 2026 menjadi momentum mempertemukan pemerintah, komunitas, akademisi, pegiat lingkungan, dan masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam memulihkan sungai-sungai Indonesia, termasuk sungai-sungai di Provinsi Riau yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,"tutup Eko.***red/rfm
.png)

