Kesehatan

Diduga Buruknya Pelayanan Di RS Amelia Medika, Ketua P3K Pelalawan Meminta Dinas Kesehatan Lakukan Pengawasan

banner 160x600

riaubertuah.id

Riaubertuah, Pelalawan - Keluhan terhadap pelayanan RS Amalia Medika mencuat setelah seorang pasien berinisial U mengaku mendapatkan perlakuan tidak ramah saat hendak memeriksakan kesehatan dada di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Peristiwa ini terjadi saat pasien datang untuk berobat, namun justru menghadapi sikap petugas yang dinilai tidak manusiawi, sehingga memicu kritik dari masyarakat dan desakan agar Dinas Kesehatan setempat melakukan evaluasi.

Sorotan terhadap pelayanan rumah sakit swasta di Pangkalan Kerinci kembali mencuat. Kali ini, RS Amalia Medika menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan dari masyarakat terkait kualitas pelayanan yang dinilai kurang baik.

Keluhan tersebut salah satunya datang dari pasien berinisial U. Ia mengaku mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, khususnya pada bagian dada.

Menurut pengakuannya, alih-alih mendapatkan pelayanan yang layak, ia justru menghadapi sikap petugas yang dianggap tidak ramah. Bahkan, perlakuan yang diterima dinilai tidak mencerminkan standar pelayanan kesehatan yang seharusnya mengedepankan empati dan profesionalitas.

Peristiwa ini kemudian memicu reaksi dari masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencoreng citra rumah sakit, tetapi juga mencederai hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang manusiawi.

Kritik keras juga disampaikan oleh Daud, salah satu tokoh pemuda Pelalawan yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pemuda Peduli Kampung (P3K). Ia menilai bahwa dugaan sikap arogan dalam pelayanan kesehatan tidak bisa dibiarkan.

Daud menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijalankan dengan standar tinggi. Ia menyebut, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien, bukan sebaliknya.

"Saya mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan untuk segera turun tangan. Menurutnya, fungsi pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan harus dijalankan secara maksimal, terutama terhadap rumah sakit swasta,"ujarnya.

Selain itu, ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan teknis di seluruh rumah sakit swasta di Kabupaten Pelalawan. 

“Dinas Kesehatan harus tegas. Jangan sampai ada rumah sakit yang bersikap arogan terhadap pasien. Ini menyangkut hak dasar masyarakat, seluruh rumah sakit swasta harus diawasi oleh Dinas Kesehatan agar kejadian serupa tidak terjadi ” tegasnya, Rabu (08/09/2026).

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga sikap dan etika petugas.Profesionalitas tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.

"Jika tidak segera ditangani, persoalan ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya di wilayah Kabupaten Pelalawan. Oleh karena itu, langkah cepat dan tegas dari pihak berwenang sangat dibutuhkan,sebutnya

Kemudian Kabid Humas RS Amalia Medika (R) memberikan penjelasan bahwa, saat itu Pasien U datang dengan membawa rujukan ke Poli penyakit dalam dan menanyakan keluhan.

"Lalu perawat menanyakan keluhan pasien, bahwa pasien menjawab badan sakit semua, tangan bengkak, terus minta rontgen dan dibagian mata lebam dan dahi kanan luka di plester,"jelas R

Kemudian kata R, Perawat menanyakan kembali, lukanya kenapa? 

"Lalu dijawab oleh pasien, jatuh dari sepeda motor , petugas perawat mengarahkan ke bagian pendaftaran untuk membuat kronologis , setelah itu petugas pendaftaran menjelaskan terkait kronologis dan membuat pelaporan laporan Polisi terkait itu,"katanya.

Sebut R atas dasar itulah U tidak terima terima lalu marah-marah langsung meningga RS Amalia Medika.

"Jika seperti begitulah prosedur nya pak, setiap pasien ada kecelakaan lalu lintas wajib ada laporan dari Kepolisian dan pihak Laka lanjut ke laporan ke Jasaraharja pak, sembari itu kami tetap menerima pasien untuk dilakukan tindakan,"sebunya.

R juga meluruskan, tidak ada mempersulit pasien jika ingin berobat.

"Kami hanya mengikuti prosedur pak, RS Amalia Medika tetap mengedepankan SOP kesehatan, dan mengikuti aturan pemerintah yang sudah kewajiban kami untuk ditaati,"tutupnya.***red