Dok. Istimewa (Desain AI) Foto Salah Satu SPBU Di Harapan Raya (Dokumentasi Detergen Sebagai Bahan Baku Pengoplosan BBM Yang Digrebek LLMB Disalah Satu Gudang Di Tenayan Raya)
Riaubertuah, PEKANBARU — Kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di kawasan Jalan Harapan Raya, Pekanbaru, dinilai lebih kondusif setelah aparat kepolisian bergerak menindak kasus dugaan penimbunan BBM subsidi di Tenayan Raya.
Anton, salah seorang warga yang sedang mengantre solar, mengapresiasi peran organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), yang menurutnya turut mendorong pemberantasan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.
"Apresiasi ini kami sampaikan setelah melihat sejumlah pemberitaan dan video mengenai keterlibatan ormas dalam penggerebekan gudang BBM ilegal di wilayah Tenayan Raya. Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penindakan terhadap praktik yang berpotensi merugikan masyarakat,"jelas Anton kepada Riaubertuah, Selasa (27/10/2026).
Menurut Anton, pemberitaan mengenai penggerebekan gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM subsidi menarik perhatiannya. Salah satu ormas yang disebutnya dalam konteks tersebut adalah LLMB.
Ia juga menyoroti langkah kepolisian yang bergerak cepat menangkap para pelaku setelah penggerebekan tersebut. Bagi masyarakat yang bergantung pada ketersediaan solar subsidi, penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan akses terhadap bahan bakar.
Anton menilai kondisi di lapangan saat ini lebih baik dibandingkan situasi yang sebelumnya ia perhatikan. Ia menyebut mobil-mobil yang diduga melakukan pelangsiran BBM subsidi tidak lagi terlihat seperti sebelumnya di lokasi yang diamatinya.
"Persoalan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi bukan sekedar masalah distribusi bahan bakar. Jika subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat justru disalahgunakan untuk kepentingan pihak tertentu, dampaknya dapat dirasakan oleh warga yang harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan solar," sebut Anton.
Anton berharap situasi yang dinilainya lebih kondusif tersebut dapat dipertahankan. Ia juga meminta kepolisian terus melakukan penindakan terhadap praktik mafia BBM yang merugikan masyarakat.
"Semoga penegakan hukum tidak boleh berhenti setelah suatu kasus mendapat perhatian publik. Pengawasan berkala, penelusuran jalur distribusi, serta penindakan berdasarkan bukti diperlukan agar penyalahgunaan BBM subsidi tidak kembali terjadi,"harapnya.
Bagi masyarakat yang mengantre solar, ukuran keberhasilan bukan hanya adanya penggerebekan atau penangkapan pelaku. Hal yang lebih penting ialah ketersediaan BBM subsidi yang terjaga, distribusi yang tepat sasaran, dan hilangnya praktik-praktik yang menghambat masyarakat memperoleh haknya.***red/rfm
.png)
