Pemerintah

Prabowo Undang Peneliti BRIN Lihat Langsung Capaian Riset Dan Inovasi

banner 160x600

riaubertuah.id

Riaubertuah, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore untuk melihat secara langsung capaian riset dan inovasi yang telah dihasilkan para peneliti dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam taklimatnya, Presiden mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan baginya memperoleh gambaran awal mengenai hasil-hasil penelitian BRIN yang dapat mendukung pembangunan nasional.

"Saya sengaja mengundang ke Istana karena saya ingin melihat mungkin pertama kali tidak terlalu detail dan tidak terlalu komprehensif, tapi untuk mendapat gambaran hasil-hasil yang saudara-saudara telah capai di BRIN," kata Prabowo.

Dikutip Antara News, Presiden mengapresiasi kepada para periset yang hadir di Istana. Prabowo juga mengharapkan dapat mengunjungi kampus-kampus BRIN pada kesempatan mendatang, sebagaimana dia pernah mengunjungi kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Cibinong, Kabupaten Bogor sebelum bergabung ke dalam BRIN.

"Saya berharap mungkin saya juga bisa datang menengok kampus-kampus saudara. Saya pernah datang pada saat dulu ada kampus LIPI kalau tidak salah di Cibinong dan di beberapa tempat," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pembangunan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuannya menguasai sains dan teknologi.

Menurutnya, negara yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang lebih pesat.

Presiden juga menilai pendidikan merupakan fondasi paling penting untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu mengembangkan sains dan teknologi.

Selain itu, Presiden mengajak para periset dan jajaran pemerintah untuk membangun budaya kerja yang berpijak pada fakta dan realitas dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Prabowo menilai setiap tantangan harus dihadapi melalui analisis yang objektif agar menghasilkan kebijakan yang tepat.

"Marilah kita, saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian, kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita, dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak," ucap dia.

Pertemuan tersebut menjadi kali pertama Presiden Prabowo menerima lebih dari 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan untuk memaparkan hasil riset yang berfokus pada berbagai bidang strategis, termasuk pangan, energi, lingkungan, dan teknologi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Selanjutnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.***red/rfm