Riaubertuah, Pekanbaru - Pusat Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) memasang perangkap sangkar untuk monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang dilaporkan menyerang puluhan orang di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kepala Stasiun Pusat KSDA Riau, Supartono, mengatakan penanganan konflik satwa liar dilakukan melalui Tim Unit Penyelamatan Satwa Liar (WRU) KSDA Wilayah I. Untuk itu, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat bekerja sama.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar. Namun, upaya mitigasi juga harus terus memprioritaskan prinsip-prinsip konservasi," katanya dalam sebuah pernyataan di Pekanbaru, Kamis (06/08/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi, konflik terjadi di area Parit 12, Parit 13, Parit 14, dan Parit 15, Jalan Malagas, Desa Tembilahan Kota. Sejak pertama kali dilaporkan pada 23 Juli 2026 hingga 5 Agustus 2026, tercatat 19 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Selain itu, aktivitas monyet juga menyebabkan kecemasan dan dampak psikologis pada masyarakat. Oleh karena itu, pemasangan kandang perangkap dengan umpan pisang dilakukan.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa serangan tersebut diduga dilakukan oleh seekor monyet ekor panjang dewasa, yang diperkirakan berjenis kelamin jantan, dengan ciri khas berupa bekas luka (kodet) di pipi.
"Pola serangan umumnya terjadi ketika korban sendirian atau dalam keadaan malas, dengan target menggigit kaki sebelum hewan tersebut melarikan diri," katanya.
Sebelumnya, Tim WRU BBKSDA Riau bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan forum komunikasi pimpinan kabupaten telah melakukan berbagai upaya penanganan. Antara lain, pencarian lokasi menggunakan jaring dan tangguk yang melibatkan unsur-unsur TNI, Polri, badan penanggulangan bencana daerah, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan, relawan, serta unsur-unsur masyarakat.
"Berbagai langkah mitigasi juga telah dilakukan untuk mengurangi potensi korban jiwa baru. Semua pihak diminta untuk tidak memburu hewan, tetapi memperkuat pemantauan di lapangan dan menyiapkan kandang perangkap sebagai sarana evakuasi yang aman ketika hewan-hewan tersebut berhasil diidentifikasi," katanya.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas sendirian di lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan hewan, tidak memberi makan hewan liar, dan segera melapor kepada petugas jika melihat monyet dengan ciri-ciri yang telah diidentifikasi.***red/rfm
.png)

